Ajang Pembuktian Denny Sumargo

JAKARTA – Satu laga penting bagi Denny Sumargo adalah pertandingan melawan bekas klubnya, SM Britama. Ini jadi partai yang ditunggu-tunggu, pada putaran pertama seri ketiga A Mild IBL musim ini. Pertandingan mulai digelar Sabtu (16/2) di GOR Bhinneka, Solo.

Setelah empat tahun berada di SM Britama, ia ‘dibuang’ ke Garuda Bandung, klub yang masih satu manajemen dengan SM, mulai musim ini. Seberapa menarik pertandingan ini? Jelas akan sangat menarik. “Kekuatan IBL musim ini tidak hanya di Aspac dan SM, tetapi juga Garuda Bandung,” kata Tjetjep Firmansyah, manajer Aspac.

Sumber: www.inilah.com

Tjetjep tidak merendahkan tujuh klub lain di kompetisi bola basket terbesar di negeri ini. Ia hanya mendasari atas fakta dalam empat tahun terakhir. Hanya SM dan Aspac yang selalu bermain di partai puncak.

Ketika Aspac mampu mengalahkan SM pada seri pertama di Jakarta, Tjetjep tidak lantas menyebut timnya potensial juara. “Kami melihat bahwa Garuda memiliki potensi yang layak diperhitungkan hingga akhir kompetisi,” katanya lagi.

Dan, pandangan itu, semata-mata didasari atas masuknya darah segar Denny Sumargo, bekas pemainnya dulu di Aspac. Ia tahun benar kapasitas dan kemampuan Denny sebagai shooting guard.

Denny sendiri dua kali menjadi man of the match pada seri pertama di Jakarta. “Saya ingin membawa tim ini menjadi juara,” katanya. Penegasan ini, jauh lebih maju dari apa yang disampaikan oleh Yohannis “Ahang” Winar, asisten pelatih Garuda Bandung yang kerap menjadi juru bicara kepada pers.

Tidak ada keraguan dalam pandangan Denny. “Saya melihat pemain-pemain Garuda tidak kalah kelas dibandingkan tim lain. Hanya mereka terlalu lemah saat melawan tim-tim besar,” kata Denny yang sudah merasakan menjadi bagian dua tim besar di IBL, SM dan Aspac.

Mengenai laga melawan SM, ia menyatakan tidak memandang apakah klub tersebut masih dalam satu payung manajemen dengan klubnya. “Sebagai pemain saya dituntut untuk membuktikan kemampuan saya. Saya akan buktikan bahwa Garuda layak diperhitungkan menjadi juara musim ini,” kata Denny.

Dia akan berhadapan dengan Faisal J Ahmad, Youbel Sondakh, Agung Sunarko, Wahyu Hidayat Jati dan Rony Gunawan. Tentu dia sudah hapal pola main SM dan gaya SM dalam bertahan.

“Saya ingin mengangkat moral teman-teman sebelum mereka melawan klub-klub besar. Dan saya yakin mereka hanya kalah pamor,” katanya. [I4]


Tinggalkan Balasan